Indonesia Casino_Formal Baccarat_Online betting company_The foreign baccarat master's play style

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Sports

TThe only wThe only way to win baccaratay to wThe only way to win baccaratin baccaraterkadang hibThe only way to win baccaratThe only way to win baccaraturan sesaat bisa menjadi pelipur lara. Salah satunya dengan mendengarkan lagu yang kamu sukai. Tentu tidak hanya lagu. Suara-suara lain bisa menjadi penyejuk batinmu. Sebut saja suara gemericik air, suara seorang yang kamu sukai. Suara-suara alam yang menghadirkan ketenangan dalam jiwa. 

Bersenang-senang sesaat setelah bekerja keras seharian bisa dianggap sebagai self-reward-mu. Tidak perlu harus pergi ke restoran fancy yang mahal. Tidak perlu juga membeli barang-baran mewah yang bisa membuat kantongmu bolong. Sekadar merebahkan badanmu, medengarkan suara yang kamu suka. Hingga sejenak melupakan semua masalah yang ada di pundakmu. Bisa menjadi alternatif yang baik untuk kesehatan mentalmu. 

Ketika mendengarkan. Kamu harus benar-benar hadir untuk orang yang berbicara. Bukan hanya hadir secara fisik, tapi juga secara pikiran. Jangan sampai ketika ada yang berbicara, pikiranmu melalang buana entah kemana. Maka Mendengarkan adalah tentang kehadiranmu sepenuhnya. Mendengarkan adalah skill yang seringkali dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Padahal manfaatnya luar biasa besar. Orang-orang lebih menyenangi orang yang bisa berbicara dengan baik. Tampil memukau. Tidak peduli isi dari omongan itu kosong, selama orang itu mengemasnya dengan rapih dan wow. Orang-orang menyenanginya.

Mereka yang lebih aktif medengarkan justru acapkali terpinggirkan. Padahal bisa jadi mereka memiliki kapasitas yang jauh lebih besar ketimbang orang yang banyak berbicara tapi nihil aksi. Tong kosong nyaring bunyi ibarat pepatah mengatakan. Bisa jadi dia sering berbunyi karena memang tidak ada isinya. Sementara mereka yang benar-benar berisi tidak terlalu banyak berbunyi.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut tentu punya maksud dan tujuan. Kamu diharapkan lebih banyak mendengar ketimbang berbicara. Se-simpel itu sebenarnya. Namun faktanya tidak. Kamu sering dapati beberapa orang yang suka menjadi pusat perhatian. Banyak yang lebih suka banyak bicara ketimbang banyak mendengarkan. Sekalipun mendengarkan, mereka tidak benar-benar mendengarkan. Mereka hanya menunggu waktu untuk giliran mereka bicara.

Pada dasarnya mendengarkan bukan hanya sekadar mendengarkan. Ia memiliki banyak makna. Diantaranya menghargai orang yang berbicara. Kebanyakan orang-orang memang tidak berbicara ketika orang lain bicara. Tetapi tidak banyak juga yang benar-benar mendengarkan. Mendengarkan adalah tentang menyimak dengan antusias. Jika perlu memberi respon, maka berilah respon seperlunya. Tidak dengan memotong pembicaraan.

Pendengar yang baik selalu memiliki tujuan ketika saatnya mendengar. Setidaknya ada lima tujuan kenapa kamu harus menjadi seorang pendengar yang baik. Kenapa kamu harus memiliki skill mendengar yang tidak banyak dimiliki orang lain.